• UCAPAN BUNG KARNO ITU MENGHIPNOTISKU
    Ada satu ucapan Bung Karno yang pertama kali saya baca dalam kumpulan Kata-kata mutiara Bung Karno yang saya temukan di Google disalah satu.......

UCAPAN BUNG KARNO ITU MENGHIPNOTISKU

Saturday, April 23, 2011

Ada satu ucapan Bung Karno yang pertama kali saya baca dalam kumpulan Kata-kata mutiara Bung Karno yang saya temukan di Google disalah satu situs, yang membuat saya berpikir akan kenyataan yang sebenarnya adalah, Siapa musuh Bangsa ini setelah Penjajah Hengkang dari Bumi Pertiwi ini.

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

Kata-kata ini seakan menghujam kedalam jantung setelah melihat kenyataan saat ini, kedzoliman yang kita hadapi sekarang ini bukan lagi kedzoliman bangsa asing yang menindas bangsa ini, tapi kedzoliman penguasa yang menindas hak-hak rakyat, akan kesejahteraan dan kelayakan hidup seperti yang diamanatkan UUD 1945.

Apa yang pernah dikatakan Bung Karno tentang kemandirian Bangsa, agar tidak bergantung pada Negara asing (Pendonor), bukanlah tanpa maksud, itu sebuah cita-cita yang mulia seorang Peminpin Bangsa yang mengingin negaranya terlepas dari segala bentuk Imperialisme.

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

kata-kata ini bukanlah sekedar ucapan tanpa upaya, tapi kata-kata ini memotifasi agar bangsa ini membangun kekuatanya sendiri dan melepaskan diri dari segala bentuk ketergantungan pada negara lain, ternyata 65 tahun merdeka kita belumlah memiliki kemerdekaan yang semestinya.

Imperialisme moderen tanpa terasa sudah mengungkung kemerdekaan kita melalui pinjaman jangka panjangnya, sehingga kita hanya menjadi Bangsa yang senantiasa berkewajiban membayar hutang yang entah sampai kapan bisa terlunasi, gencarnya produk-produk import yang kita konsumsi sehingga membuat kita hanya menjadi bangsa yang konsumtif dan tidak pernah berusaha menjadi Bangsa yang produktif, itu juga adalah manifestasi dari imperialisme, itu tanpa kita sadari sehingga kita termanjakan dan membuat bangsa ini tidak tambah kaya, kita biarkan bangsa asing mengolah hasil bumi kita, sementara kita masih tetap miskin sementara yang mengolahnya semakin kaya. Bukanlah seperti ini Cita-cita para pendiri Bangsa ini, kita sudah mulai lupa dengan jasa para Pahlawan kita, padahal Bung Karno pernah mengatakan :

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

Kenapa kita harus menghadapi buruknya prilaku para pemimpin, sehingga kita harus melawan mereka layaknya melawan para penjajah ? kenapa kita harus menghadapi/melawan bangsa sendiri, kenapa Bung Karno sudah memprediksi hal ini jauh sebelum ini terjadi ?

Semua terpulang pada Bangsa ini sendiri, haruskah kita melawan kedzoliman dengan berbuat kedzoliman juga, sehingga kita seperti bangsa yang sudah ditinggal peradaban.

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung

2 comments:

{ lovelyhammer } | August 23, 2011 at 1:49 AM said...

wah tulisan2nya lebih bagus2 yg disini nih dari yg di Kompasiana...hehehe
salut deh bang Aji ;)

salam,
hilda

Reply To This Comment
{ Aji Najiullah Thaib } | August 28, 2011 at 6:52 AM said...

@lovelyhammer

Terima kasih Hilda sudah mampir ke blog saya...terima kasih juga komen dan apresiasinya...

Reply To This Comment

Post a Comment

Berita Terbaru

Komentar Terbaru

Total Pageviews

Tamu Harap Lapor